Polemik Pancasila dan Sistem Khilafah di Indonesia

Polemik Pancasila dan Sistem Khilafah di Indonesia terus menjadi isu yang panas dan saling lempar tuduhan sebagai tujuan mencapai kebenaran. Yap, hidup ditengah perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan merupakan upaya yang sangat sulit dilakukan dinegeri ini. Saling menghakimi dan menjatuhkan seperti sebuah kewajiban dalam konteks hidup mencari kebenaran. Kurangnya toleransi antar umat beragama menjadi salah satu penyebab hilangnya sebuah identitas negeri ini dalam konsep kebhinekaan.
khilafah

Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bernegara sudah final dan menjadi buah hasil dari musyawarah dalam konsensus nasional. Soekarno bersama founding father sudah sangat baik dalam memerankan seorang negarawan yang menyerap aspirasi dari grass-root hingga jajaran birokrasi, serta tidak lupa melihat polemik-polemik yang akan terjadi setelah sahnya Pancasila sebagai dasar negara. Hidup bertoleransi dalam lingkup bernegara yang kaya dengan adat dan budayanya sangat menarik jika kita pahami sebagai sebuah anugerah perbedaan.
Negara dengan jumlah umat muslim yang berkisar hingga angka 88,2% menjadi keuntungan dalam mengelola sebuah perbedan dan menjunjung persatuan, Tetapi keuntungan ini dibina dengan sewenang-wenang oleh umat tidak bertanggung jawab demi memperjuangkan islam dengan sistem khilafah. Seolah agama menjadi pembatas dalam hidup berdampingan dan saling mengasihi. Padahal, NU dan Muhammadiyah sebagai ormas islam terbesar di Indonesia ikut andil dalam proses pengesahan Pancasila sebagai konsensus nasional. (Ilusi Negara Islam, Syafii Maarif, 2009)
Begitupun kedua ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah mereka mecita-citakan agama Islam yang membangun peradaban dengan konsep Islam Society, bukan membentuk negara ini menjadi Islam State yang cenderung memaksa dan banyak perilaku intoleran dalam ranah kebhinekaan. Yah begitulah perspektif Islam menurut kedua ormas besar ini, penuh toleransi dan kolaborasi demi upaya membangun islam berkemajuan.
khilafah

Jika berbicara Islam dengan konsep negara Khilafahpun tidak ada landasan yang kuat, Al-Quran sebagai pedoman hidup umat muslim tidak memiliki dalil yang mewajibkan bentuk negara Islam yang absolut dengan sistem khilafah. Bahkan dalam surat Al-Anbiya ayat 107 dan Al-Baqarah ayat 143 sudah cukup sebagai interpretasi peradaban umat muslim yang akan dibentuk di muka bumi ini terutama di Indonesia. Ummatan Washatan adalah bentuk upaya menjadi umat muslim yang tengahan dan bisa hidup berdampingan pada lingkungan yang beragam. Sungguh nyaman hidup berdampingan dan penuh toleransi dan menerima Pancasila sebagai upaya konsensus nasional daripada harus saling menghakimi dan menjatuhkan untuk memperjuangkan islam dengan system khilafah.

Salam Perjuangan!!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel